Kamis, 25 Oktober 2012

TEORI TEMPAT PUSAT

Teori tempat pusat atau tempat sentral menjelaskan pola geografis dan struktur herarkis pusat-pusat kota atau wilayah-wilayah nodal, tetapi tidak menjelaskan bagaimana polageorafis tersebut terjadi secara gradual dan bagaimana pola tersebut mengalami perubahan-perubahan pada masa depan, atau dapat dikatakan tidak menjelaskan gejala-gejala (fenomena) pembangunan. Dengan demikian teori tersebut dapat dikatakan bersifat statis. Agar teori tempat sentral mampu menjelaskan gejala-gejala dinamis, maka perlu ditunjang oleh teori-teori pertumbuhan wilayah.
Range adalah jarak yang perlu ditempuh manusia untuk mendapatkan barang kebutuhannya pada suatu waktu tertentu saja. Threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang. Dalam teori ini diasumsikan pada wilayah datar yang luas dihuni olehsejumlah penduduk dengan kondisi yang merata. Dalam memenuhi kebutuhannya, penduduk memerlukan berbagai jenis barang dan jasa, seperti makanan, minuman, perlengkapan rumah tangga, pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Untuk memperoleh kebutuhan tersebut penduduk harus menempuh jarak tertentu dari rumahnya yang disebut range.
Lima asumsi yang digunakan oleh Christaller untuk membangun teori dengan pendekatan ilmu geografi ekonomi, antara lain :
1.      Karena para konsumen yang menanggung ongkos angkutan,maka jarak ke tempat pusat yang dinyatakan dalam biaya dan waktu,amat penting.
2.      Karena konsumen yang memikul ongkos angkutan, maka jangkauan (range) suatu barang ditentukan oleh jarak yangdinyatakan dalam biaya dan waktu.
3.      Semua konsumen dalam usaha mendapatkan barang dan jasayang dibutuhkan, menuju ke tempat pusat yang paling dekat letaknya.
4.      Kota-kota berfungsi sebagai central place bagi wilayah disekitarnya. Artinya ada hubungan antara besarnya tempatpusat dan besarnya (luasnya) wilayah pasaran, banyaknyapenduduk dan tingginya pendapatan di wilayah yang bersangkutan.
5.      Wilayah tersebut digagaskan sebagai dataran di mana penduduknya tersebar merata dan ciri-ciri ekonomisnya sama (besar penghasilan sama).
Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
Tempat sentral yang berhirarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
     Christaller mengembangkan modelnya untuk suatu wilayah abstrak dengan ciri berikut :
Wilayahnya adalah daratan tanpa roman, semua adalah datar dan sama. Gerakan dapat dilaksanakan ke segala arah (isotropic surface). Penduduk memiliki daya beli yang sama dan tersebar secara merata pada seluruh wilayah. Konsumen bertindak rasional sesuai dengan prinsip minimisasi jarak/biaya.

Sumber :
http://www.scribd.com. 2012. “Teori Tempat Sentral” dalam Google. Diunduh pada 11 Oktober 2012.
http://annisamuawanah.blogspot.com. 2012. “Teori tempat pusat teori christaller” dalam Google. Diunduh pada 11 Oktober 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar